“dian” sapaku kepadanya saat aku melihat dia berlari-lari dari depan
pintu perpustakaan, ia menoleh ke arahku namun tak menghiraukanku dan
terlihat airmata telah keluar dari mata indahnya itu. kenapa dia? ah
sudahlah tak terlalu kufikirkan. aku hanya berfikir dia mempunyai
sedikit masalah
pagi ini, tidak ada terlihat tanda tanda rio hadir di sekolah ini,
“Hey, apa kau melihat rio?” tanyaku pada sinta teman sekelas rio.
“Tidak, aku sama sekali tidak mengetahuinya. sudah seminggu ini dia
tidak datang”, setelah sinta menjawab pertanyaanku aku pergi
meninggalkannya dengan ucapan “terimakasih”
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Selasa, 30 Juli 2013
Cerpen Lucu Berjudul "Seorang Profesor"
Profesor Carter berjalan kaki mengunjungi
rumah seorang temannya yang terletak di ujung jalan. Setelah makan malam
dan bermain catur, dia berpamitan hendak pulang. Tapi tiba-tiba hujan
turun dengan derasnya dan angin bertiup sangat kencang.
Cerpen Romantis Berjudul "TERIMAKASIH UNTUK CINTA"
Karya Bramadita Kunni F
Ayam berkokok dan mengetuk gendang telinga. Seakan harus bangun saat itu
juga. Dia melangkahkan kakinya, dan segera bersiap untuk pergi menuju
tempat yang membosankan, dimana tak ada satu orangpun yang mengerti
Selly “SEKOLAH !”.
“ Selly, sudahkah kau selesai dari kegiatan anehmu di kamar mandi itu?” kata kakaknya. “ Iya, sabar dikit dong” teriak selly dari kamar mandi. Setelah beberapa menit, “ Puaskah kau mengganggu kegiatanku tadi?” “Sadarlah! Ibu, ibu, ibu!” jerit kakaknya dengan wajah gelisah dan tak tahu apa yang harus dilakukan. “ Hey, kenapa kau berteriak? Aku disini! Lihatlah aku!” ucap Selly “ Ibu, Ayah, kemarilah! Lihatlah Selly”
“ Selly, sudahkah kau selesai dari kegiatan anehmu di kamar mandi itu?” kata kakaknya. “ Iya, sabar dikit dong” teriak selly dari kamar mandi. Setelah beberapa menit, “ Puaskah kau mengganggu kegiatanku tadi?” “Sadarlah! Ibu, ibu, ibu!” jerit kakaknya dengan wajah gelisah dan tak tahu apa yang harus dilakukan. “ Hey, kenapa kau berteriak? Aku disini! Lihatlah aku!” ucap Selly “ Ibu, Ayah, kemarilah! Lihatlah Selly”
Jumat, 19 Juli 2013
Cerpen Romantis Berjudul "Mr. Ice Cream"
Ini sudah mangkuk es krim kedua yang aku lahap malam itu, tak peduli aku
sudah dua jam duduk di kedai ini. Pelayan tua kedai itu kadang sesekali
memalingkan tatapannya dari Koran pagi harinya kearah ku. Mungkin dia
pikir aku kurang waras, di cuaca sedingin ini dan sedang hujan deras
diluar sana, ada gadis yang masih menikmati es krim sampai mangkuk
kedua, tenang saja pak tua gumam ku dalam hati mungkin akan ada mangkuk
yang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Aku tak peduli.
Langganan:
Postingan (Atom)

